TANYA JAWAB SEPUTAR TIM SUZUKI MOTOGP DENGAN DAVIDE BRIVIO


AWe — Hello bro n sist… Davide Brivio ditunjuk oleh Suzuki Motor Corporation menjadi menejer tim suzuki motoGP. Brivio sebelumnya berada di Yamaha dengan mengantongi 5 gelar juara dunia, 4 kali bersama Valentino Rossi (2004,2005,2008,2009) dan 1 kali bersama Jorge Lorenzo (2010). Lalu mengapa Brivio pindah ke Suzuki? Meninggalkan kesuksesannya bersama Yamaha? Yuk..disimak tanya jawabnya :

Bagian manakah yang paling penting saat ini di motor?

Kami bekerja lebih banyak disisi elektronik. Kami mulai menggunakan Magneti Marelli tahun lalu dan kami mengembangkannya tahun ini, lalu melihat kinerjanya bersama-sama dengan lawan kami.

Apakah pengujian ini memulai debutnya di Valencia bersama Randy De Puniet sebagai wild card?

Idenya adalah untuk melihat kinerjanya berfungsi dengan baik dan harus mempersiapkan pengujian untuk 3 hari berikutnya.

Bagaimana dengan proses pembuatan motor ini?

Pada dasarnya kami memiliki 3 test rider yaitu Randy, Aoki, dan Tsuda. Randy memiliki pengalaman membawa motor motoGP yang beragam, sangat sensitif dan sangat jelas memberikan umpan balik kepada kami. Aoki adalah tes rider kami di Jepang, sedangkan Tsuda adalah pembalap Suzuki di SBK Jepang.

Hasil apa yang ingin anda capai menggunakan pendekatan ini, lebih berkesinambungan kah, katakanlah dibandingkan aprilia?

Suzuki tidak lagi berkompetisi diakhir 2011, kami mulai mendesain sepeda motor ini dari awal. Mengubah konfigurasi mesin dari V 4 silinder menjadi 4 silinder segaris, bahkan ukuran motor ini lebih kompak dibandingkan dengan mesin V4 800cc. Awal 2012 kami gunakan untuk merancang, 2013 kami mengujinya hingga tahun ini. Kami memutuskan untuk mengembangkan elektronik lah yang utama. Kami akan siap, dalam artian pengembangan akan dilakukan bila kami sejalur dengan lawan-lawan kami.

Apa yang anda harapkan dari tantangan ini?

Banyak kesulitan, kami masuk selangkah demi selangkah sebagai penantang dilingkungan yang kompetitif. Honda dan Yamaha berada di top level selama bertahun-tahun, sedangkan Ducati mencoba meraihnya dengan pengembangan baru yang mereka lakukan selama bertahun-tahun. Aturan untuk 2016 menyeimbangkan beberapa hal, dan memulai hal itu dimana kita bisa mulai bekerja.

Apa pendapat anda dengan perubahan pemasok ban?

Semua tim akan mencoba ban mereka, saya pikir Honda dan Yamaha sudah melakukannya, mungkin juga Ducati. Kami akan mencobanya di Jepang, untuk mencoba bagaimana rasanya untuk pertama kalinya. Tapi aku pikir pekerjaan yang intensif akan dimulai saat uji coba di Sepang pada februari 2015 mendatang.

Anda di motoGP sudah sangat lama. Apa catatan penting anda mengenai perbedaan yang ada dibandingkan saat terakhir anda sebagai manajer tim?

Saya tidak benar-benar meninggalkan motoGP, tetapi motoGP kini sudah berubah dan berkembang. Ada dua persyaratan utama disini, pertama pabrikan ingin berinvestasi pada teknologi, sedangkan yang kedua para promotor ingin sebuah pertunjukan. Saya pikir pertunjukan olahraga ini berada pada level yang tinggi.

Sebagai pembalap masa depan yaitu Aleix Espargaro dan Maverick Vinales, kapan anda akan mengumumkannya?

Diantara seri Aragon dan Motegi. Saya sangat senang dengan keputusan yang sudah kami buat. Ini berbeda, ini adalah tantangan baru, untuk membuat contoh dari pengendara multi talenta. Hal itu bergantung dari banyaknya motivasi, keinginan dan bakat.

Situasi yang berbeda tapi tidak semuanya, seperti apa yang saya lakukan ketika mendatangkan Valentino Rossi ke Yamaha. Pada 2004 kami menemukan Valentino yang “netral”. Dalam artian dia sangat berani, meninggalkan sesuatu yang sempurna. Sementara dimasa lalu pembalap lainnya cendrung konservatif, kemudian Yamaha dan Valentino menemukan tujuan yang sama dan ikatan mereka sempurna.

Aku sangat percaya pada pilihan kami untuk masa depan, tapi ini berbeda. Kami memiliki pembalap yang kuat dan tugas kami menyediakan motor yang kompetitif.

Bagaimana penilaian anda terhadap trend “pembibitan dari yang masih segar” seperti dilakukan Honda terhadap pembalap moto3?

Saya pikir Marquez lah yang menciptakan situasi seperti ini, kami menghadapai perubahan generasi. Marc adalah baru sedangkan Valentino, Lorenzo, dan Pedrosa adalah generasi tua walaupun mereka masih muda. Saya pikir kita semua mencoba untuk mengantisipasi perubahan zaman, namun Honda berani mengambil resiko untuk mempersiapkan pengganti Pedrosa.

Nah..dari wawancara tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa Brivio meninggalkan Yamaha dan bergabung bersama Suzuki adalah untuk sebuah tantangan..!!! Diakhir pembicaraan sepertinya Brivio mengomentari lompatnya Jack Miller dari moto3 ke motoGP sebagai pembibitan untuk persiapan mengganti Pedrosa. Hmmm..semakin menarik nih motogp tahun depan.. 🙄

Semoga Informatif.. 😉

Sumber :: GPone.com

Iklan

Yuuk... Dikomentarin Artikelnya Sob.. b(^_^)d

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: