Teknologi Injeksi DCP-FI Suzuki Shogun 125 Masih Yang Paling Lengkap?


Bicara teknologi injeksi, boleh dong sekali-kali mundur ke belakang. Teknologi di masa lalu ini malah kami anggap selangkah lebih maju. Tapi karena berbagai alasan, Discharge Pump Fuel Injection (DCP-FI) yang pernah digunakan pada Suzuki Shogun 125 FI dihentikan produksinya.

20121017-injeksiShogun-1

Generasi sepeda motor Suzuki berikutnya yang menggunakan injeksi, Suzuki Nex FI malah menggunakan sistem injeksi konvensional yang banyak dipakai oleh pabrikan lain seperti Honda dan Yamaha 😦

Balik lagi ke DCP-FI. Keistimewaan teknologi injeksi Suzuki ini adalah digabungkannya beberapa komponen dari injector, fuel pump dan regulator menjadi satu. Jadi di dalam tangki bahan bakar tidak ada lagi yang namanya fuel pump juga regulator. Perbandingan dengan injektor konvensional bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

20121017-injeksiShogun-2

Karena digabungkannya ketiga komponen ini, jadi lebih ringkas karena tidak membutuhkan fuel pump di tangki. “Selain itu aliran bensin dari tangki tidak memerlukan tekanan yang terlalu besar, bahkan saat bensin turun terbantu oleh gravitasi. Hal ini dapat meringankan kerja fuel pump,” jelas Anwar Widodo, Senior Instructor PT SIS.

Tekanan bahan bakar di selang dari tangki pun bukan yang bertekanan tinggi, jadi lebih safety. Khususnya bila terjadi kejadian yang tidak diinginkan seperti selang bensin lepas ketika mesin masih menyala, bensin tidak langsung menyembur keluar.

Posisinya, perangkat DCP ini diletakan mirip dengan posisi kebanyakan injector tipe indirect injection yaitu ada di intake manifold. Dan untuk aplikasi teknologi ini, Suzuki memilih menggunakan perangkat DCP buatan Mikuni.

20121017-injeksiShogun-3

Satu-satunya kelemahan pada DCP-FI adalah, ketika terjadi kerusakan salah satu komponen, bisa injector, fuel pump atau regulator, harus dilakukan secara assy. Tidak bisa terpisah masing-masing komponen. Tapi sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah, mengingat umur komponen ini cukup panjang hingga bertahun-tahun.

Selain DCP, Suzuki juga sudah sejak dulu melengkapi sistem injeksinya dengan sensor yang lengkap. Totalnya ada 7 sensor dan 4 perangkat actuator. Sensornya terdiri dari Engine Temperatur Sensor (ET), Intake Air Pressure Sensor (IAP), Intake Air Temperature Sensor (IAT), Throttle Position Sensor (TPS) juga Crank Position Sensor (CPS) dan Tip-Over Sensor (TO)

Selain itu dilengkapi pula dengan Heated Oxygen Sensor (HO2), atau biasa disebut dengan O2 sensor. Bedanya, O2 sensor pada motor ini bisa bekerja lebih cepat. “O2 sensor itu hanya bekerja maksimal ketika suhu sensornya sudah berada di kisaran 80 derajat celcius. Pada Suzuki Shogun, O2 sensornya dilengkapi heater atau pemanas agar cepat mencapai suhu tersebut,” jelas Anwar Widodo yang akrab disapa Aan.

20121017-injeksiShogun-4

Suzuki juga melengkapi motornya dengan Tip-Over Sensor (TO) yaitu sensor yang mampu membaca kemiringan motor. Ketika motor jatuh dan posisinya lebih dari 65 derajat maka secara otomatis sistem injeksi akan dimatikan dan mesin mati. Pada beberapa sepeda motor baru seperti Honda Vario Techno 125 atau Yamaha Mio J, fitur ini malah dihilangkan.

Lanjut ke komponen actuator. Pada Suzuki Shogun 125 FI sama seperti motor-motor lainnya. Yaitu Engine Control Module (ECM) sebagai otak yang menerima input data dari sensor lalu memberikan perintah pada injector. Berikutnya adalah DCP system dan injector.

Dan yang terakhir adalah idle speed control (ISC), fungsinya untuk menjaga langsam mesin. Caranya, ECM akan mengatur katup ISC untuk menambah atau mengurangi jumlah udara yang masuk ke intake saat gas ditutup dan ketika mesin masih dingin. Pada pagi hari, fungsinya menggantikan choke.

Nah, dengan DCP-FI, Heated Oxygen Sensor dan konsisten mengaplikasikan sensor kemiringan motor atau Tip-Over Sensor, sistem injeksi pada Suzuki Shogun ini jadi salah satu yang paling canggih. Sayang, versi injeksi pada Suzuki Suzuki Shogun 125 FI ini sudah discontinue.

Sumber :: Otomotienet.com

Dan apabila Suzuki ingin menginjeksikan Satria Fu… sudilah kiranya pihak suzuki kembali menggunakan sistem DCP-FI ini.. dijamin performa makin kentjaaaaang…dan konsumsi BBM lebih efisien….. aminn… !!! 😎

Iklan

7 responses

    1. emang aneh suzuki mah…gak tau gimana jalan pikirannya.. 😦

      Suka

  1. Achmad Sya'roni F | Balas

    pengalaman bapak sya pake shogun fi itu performanya lumayan lah untuk ukuran bebek 125cc, tapi fuel pumpnya lemah bro, usia 3 tahun fuelpump sering macet, akhirnya dilego apa adanya

    Suka

  2. kata dua pabrikan sebelah “ngapain konsumen indonesia dikasih canggih2, dikasih biasa aja dikasih kemasan bagus cukup” xixixi

    http://boerhunt.wordpress.com/2013/01/03/kmi-meminta-perubahan-chassis-untuk-200ns-wotduyuting-masbro/

    Suka

  3. penjelasanya mantab buat tambah2 elmu
    fi tool

    Suka

  4. dibanding honda supra 125 yang sama-sama FI Shogun yang FI lebih nyaman ditunggangi… sayang discontinue

    Suka

  5. emang dari dulu suzuki pasti kesusu. orang belum mudeng uda jejelin produk yang teknologi lebih maju berpuluh tahun kemudian. liat fxr thunder250 shogun dcp-fi. emang patut disayangkan

    Suka

Yuuk... Dikomentarin Artikelnya Sob.. b(^_^)d

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: