Monthly Archives: Maret, 2011

FIRST RIDE SUZUKI HAYATE 125 !!!


Meski belum resmi di launching, namun redaksi motorplus-online.com mendapatkan kesempatan khusus untuk menjajal performanya Suzuki Hayate 125 di jalan raya. Penasaran? Yuks baca terus!

Bodi dan Desain

Sekilas Hayate 125 tak jauh berbeda dengan Suzuki Skywave. Perbedaan mencolok ada di beberapa bagian, seperti lampu depan yang besar dan lebar. Kemudian bentuk lampu belakang terpisah antara lampu rem dan lampu sein.

Bodi dan jok Hayate 125 pun lumayan lebar sehingga mantap untuk menopang bokong si rider ataupun boncenger. Jok lebar, pasti berhubungan dengan boks bagasi di bawahnya. Ukurannya pun sangat besar, helm half face bisa masuk bro!

Fitur dan Teknologi

Juga tak jauh berbeda dengan Skywave, fitur-fitur andalannya juga ikutan menempel pada Hayate 125. Secondary air filter, capasitor bank, serta bagasi besar yang bisa menampung helm full face menjadi andalan di skubek Hayate 125 ini.

Yang berbeda ialah sistem lampu utama yang otomatis menyala sejak mesin dinyalakan. Selain itu skubek ini juga sudah dilengkapi dengan kunci bagasi yang bisa langsung dibuka dari kunci kontak.

Oiya, untuk safety Hayate 125 juga telah dilengkapi Side Stand Switch, mesin tidak akan menyala bila standar samping belum terlipat sempurna.

Handling

Meski terbilang kurang proporsional karena body skubek gambot tapi dipadu dengan setang-nya yang tidak lebar. Namun, setang yang sempit ini justru membuat pengendalian lebih lincah.

Saat diajak bermanuver di jalan macet cukup mudah untuk berpindah arah. Apalagi roda 16 incinya membuat skubek yang memiliki wheelbase cukup panjang ini tetap stabil diajak menikung tajam.

Dengan diameter roda yang lebih besar ketimbang skubek lainnya di Indonesia, kenyamanan saat berjalan di jalanan rusak dan berlubang juga tetap terjaga.

Performa

Tarikan awal memang agak kurang responsif, namun nafas skutik ini cukup panjang, apalagi saat berada di atas kecepatan 50 km/jam. Tenaganya terasa enggak putus.

Saat berjalan sambil berboncengan pun tetap mantap. Dengan total berat dua orang, kurang lebih 130 kg, Hayate 125 mampu melesat menyentuh angka 90 km/jam dengan responsif.

Eh, belum sampai mentok throttle di buka, harus sudah melakukan pengereman karena jalanan macet. Disk brake satu piston di roda depan dan drum brake di belakang cukup sigap mengurangi kecepatan.

Sayangnya, pengetesan ini memang belum cukup lengkap, maklum belum resmi di launching. Tapi tenang, setelah skubek yang kabarnya bakal di lepas Rp 13,4 jutaan ini diluncurkan pada 31 Maret besok, redaksi akan melakukan pengetesan yang lebih mendalam. Sabar ya!

Sumber :: motorplus-online.com

YAMAHA PERSIAPKAN MOTOR 250CC !!!!!


Yamaha India mengaku lagi menyiapkan sepeda motor baru 250cc, disinyalir untuk menyaingi Honda CBR 250R. Tapi, peluncurannya masih dirahasiakan dan Yamaha menutup rapat terkait semua informasi tambahan.

“Di masa mendatang, kami akan memboyong sepeda motor baru segmen 200-250 cc ke India,” ujar Hiroyuki Suzuki, Direktur Pelaksana sekaligus Chief Executive India Yamaha Motor Private Limited, tanpa menjelaskan lebih spesifik, seperti dilansir motorbeam, akhir pekan lalu.

Rencana ini selaras dengan informasi yang sempat mencuat di media lokal India, bahwa Yamaha ingin memasarkan New Scorpio (seperti di Indonesia). Bedanya, sepeda motor jenis sport itu menggunakan mesin 225cc, sehingga timbul spekulasi bakal ada produk lain mengisi segmen di atasnya (250cc).

Hiroyuki menambahkan, Yamaha berambisi meningkatkan penjualan di India dan kapasitas produksi dalam jangka dua tahun (sampai 2013). Juga bakal menjajaki ekspor ke sejumlah negara di Afrika dan Amerika Selatan dengan memasok di segmen entry-level.

“Pasar Afrika membutuhkan sepeda motor basic seperti Crux dan FZ, sedangkan pasar Amerika Selatan kami siapkan YBR,” papar Hiroyuki.

Sumber :: Kompas.com

BLACKBERRY PLAYBOOK BISA PAKAI APLIKASI ANDROID !!!!


Desas-desus bahwa Playbook akan berisikan aplikasi dari Android akhirnya terjawab juga. Bahwa kabar burung tesebut benar adanya.

Co-CEO Research In Motion (RIM) Mike Lazaridis, menyatakan, “Playbook yang akan datang akan ada tambahan BlackBerry Java dan aplikasi Android yang akan dikemas dalam BlackBerry Application World.”

Adapun aplikasi Android yang disediakan merupakan aplikasi-aplikasi dari Android 2.3 (Gingerbread). Playbook sendiri akan dirilis secara serentak di Amerika dan Kanada pada 19 April nanti.

Selain bocoran soal penggabungan aplikasi beda platform ini, RIM juga mengumumkan bahwa Playbook akan dilengkapi dengan HTML5 dan Flash. Untuk mendukung fitur game, Ideaworks Lab danUnity Technologies akan mengembangkan mesin maupun platform game-nya.

Dengan resminya informasi ini, maka kelak Playbook akan berisi tak kurang dari 25 ribu aplikasi dari Blackberry Java dan 200 ribu lebih aplikasi Android.

Maka, “perang” platform dan perangkat akan semakin menarik saja. Playbook yang sempat diragukan karena kurang agresif, sekarang menjawab keraguan itu. Proses yang tidak terburu-buru dan lekas jual seperti tablet Android atau iPad, ternyata di balik itu justru menawarkan sesuatu yang menggegerkan.

Untuk Playbook termurah dengan kapasitas memori 8GB akan hadir dengan sekitar 399 dollar atau sekitar 3,5 juta rupiah, sedangkan Playbook dengan kapasitas memori 16 GB dibanderol sekitar 499 dollar setara dengan 4,5 juta rupiah. Dan yang terakhir adalah Playbook dengan kapasitas memori 32GB yang dibanderol di kisaran 599 dollar atau sekitar 5,5 juta rupiah.

Rencananya, demo untuk platform baru ini akan dilakukan pada 3 April nanti. Tunggu saja.

Ini dia beberapa spesifikasi dasar PlayBook ::
# 7-inch capacitive display with 1024×600 WSVGA resolution
# Ultra-portable at less than a pound and less than one-half inch thick: 0.9 lbs (400g) and 5.1 x 7.6 x 0.4 (130mm x 194mm x 10mm)
# 1 GHz dual-core processor
# 1 GB RAM memory
# BlackBerry Tablet OS with support for symmetric multiprocessing
# MP3, AAC and WMA audio playback
# Support for 1080p HD video playback (H.264, MPEG4, WMV)
# HDMI out
# Dual HD cameras for video conferencing and video capture
# Up to 64 GB internal storage (16, 32 and 64 GB models)
# Wi-Fi (802.11 a/b/g/n) connectivity
# Bluetooth 2.1+EDR support

Sumber :: tekno.kompas.com dan tabloidpulsa.co.id

HONDA RC212V :: MISTERI TRANSMISI PELECUT PRESTASI !!!


Setelah mendominasi sesi awal dan ke dua pada latihan resmi motoGP di Sepang, Malaysia, muncul rumor bahwa motor balap RC212V milik tim Repsol Honda menggunakan sistem dual clutch transmission (DCT). Rumor tersebut tentunya menarik perhatian, pasalnya regulasi melarang penggunaan DCT.

Hal tersebut tentu langsung mendapat bantahan dari pihak HRC (Honda Racing Corporation). Menurut vice president HRC Shuhei Nakamoto, tentunya HRC enggak menggunakan hal-hal yang dilarang di MotoGP.

Munculnya rumor penggunaan DCT, tentu juga membuat penasaran berbagai kalangan. Sebenarnya apa sih DCT dan bagaimana bisa mempengaruhi performa motor yang menggunakannya?.

“DCT merupakan teknologi yang menerapkan 2 kopling dalam 1 girboks dan di motor pertama kali diterapkan pada Honda VFR1200F. Tujuannya untuk mendapatkan kenyamanan dan peningkatan performa dari motor yang menggunakan DCT,” jelas Sarwono Edhi, technical service training manager PT Astra Honda Motor (AHM).


Masing-masing kopling dalam sistem DCT, mengawal gir yang berbeda. Kopling 1, digunakan untuk gigi 1 (start-up), 3 dan 5 dan kopling yang kedua fungsinya untuk mengawal gigi 2, 4 dan 6. Dengan 2 kopling tersebut, membuat perpindahan gigi jadi lebih halus.

Hal itu karena saat mesin berada diposisi gigi 1, kopling nomor 1 menyalurkan tenaga dari mesin ke roda. Di saat yang bersamaan gir nomor 2 juga ikutan bergerak, siap siaga untuk menjadi penyalur tenaga berikutnya. Namun saat posisi ini terjadi, belum terhubung ke countershaft (gigi penghubung girboks ke final gear).

Begitu pengendara pindah gigi ke-2, baru kopling kedua akan langsung menghubungkan tenaga lewat gigi dua ke countershaft. Hal yang sama juga terjadi saat perpindahan gigi ke 3, 4, 5 dan 6. Sistem yang sama juga berlaku saat melakukan penurunan posisi gigi.

Pengaplikasian teknologi DCT ini, juga bisa membuat putaran mesin enggak turun drastis saat melakukan perpidahan gigi. Itu akibat dari adanya pergerakan gigi berikutnya yang dalam kondisi siap sebagai penyalur tenaga.

Dengan perpindahan gigi yang jadi lebih lembut, cepat dan  enggak bikin putaran mesin jadi ngedrop banyak, membuat performa mesin motor yang menggunakan DCT tetap bisa dijaga dalam kondisi siap gas pol. Teknologi terapan pada VFR1200F ini yang diisukan masuk pada paket mesin balap Honda RC212V.

Dalam kondisi penerapan teknologi di MotoGP yang bisa dibilang sudah merata, tentu semua tim putar otak untuk bisa bikin motor mereka jadi yang tercepat. Nah, dengan mengaplikasi DCT di RC212V bisa jadi senjata ampuh HRC untuk mengantarkan pembalapnya buat jadi jawara musim ini.

Dipastikannya DCT sebagai illegal part di MotoGP, sudah barang tentu membuat HRC enggak mau melanggar aturan yang sudah dibuat. Namun Shuhei Nakamoto enggak menampik bahwa tim Repsol Honda menggunakan teknologi baru yang memungkinkan RC212V bisa melakukan perpindahan gigi yang prosesnya lebih lembut dan cepat.

Penggunaan teknologi baru pada girboks RC212V, juga dipertegas oleh pengakuan Casey Stoner setelah melakukan tes di sirkuit Losail, Qatar (14/3). Menurutnya pengembangan pada girboks RC212V, membuat perbedaan setiap melakukan perpindahan gigi.

“Saat keluar tikungan dan harus oper gigi, di situ terasa perpindahannya lebih halus. Selain itu proses perpindahan gigi, tidak membuat tenaga RC212V berkurang terlalu banyak,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan rekan satu tim Stoner, Andrea Dovizioso. Menurutnya saat menikung plus melakukan penggantian gigi, kondisi motor enggak terganggu dan tetap stabil.

Dibilang pakai DCT, tapi hal itu dibantah oleh HRC. Tapi dari pengakuan Stoner dan Dovi setelah melakukan pengetesan, mengidikasikan RC212V memakai DCT. Sebenarnya ada apa di girboks RC212V?.

Dari beberapa referensi yang didapat otosport.co.id, bisa jadi memang RC212V enggak pakai DCT. Ada teknologi anyar di transmisi yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan di Inggris yang jago otak-atik transmisi (Xtrac).

Teknologi tersebut diberi nama Instantaneous Gearchange System (IGS). Dengan menggunakan IGS, girboks secara simultan dapat memilih dan melibatkan 2 roda gigi secara bersamaan. Sementara yang digunakan hanya 1 set gear drive. Hal ini yang membuat enggak hilangnya tenaga saat melakukan perpindahan gigi. Bahkan klaimnya hilangnya tenaga tersebut sampai zero point.

Xtrac yang baru-baru ini bekerjasama dengan tim F1 Lotus, Virgin dan HRT ini, memang mengembangkan IGS untuk menyaingi DCT. IGS juga disebut-sebut bakal menjadi DCT killer.

Meski cara kerja IGS mirip DCT, namun IGS menggunakan  kopling tunggal. Dengan kenyataan ini, tentu penggunaan IGS enggak dilarang di MotoGP. Mungkinkah tim Repsol Honda mendominasi balapan tahun ini dengan teknologi IGS?

Sumber :: otosport.co.id

MODIF CBR 250 DARI KITTISAK RACING THAILAND


Wah, di negeri Gajah Putih, Thailand, modifikasi Honda CBR250R sudah mulai banyak! Kuncinya ada pada ketersediaan part bolt on. Produsen variasi disana sudah membuat dan memasarkan variasi untuk CBR250R.

Melimpahnya part bolt on ini membuat Kittisak Racing, Bengkel yang juga toko variasi di Thong Chom, Bangkok bisa dengan mudah menerapkan modifikasi ringan pada sebuah Honda CBR250R bermodal part bolt on. Meski ringan, hasilnya cukup berat!

Tema “racing look” sengaja dipilihnya untuk motor pajangan toko ini. Jok dibuat single seater dengan cover handmade sekaligus membenahi desain spatbor belakang. Kalau urusan dua part ini, modifikator lokal di Indonesia dipastikan jauh lebih jago!


Komponen lain di area bodi masih mengandalkan part standar. Paling sebatas pemilihan warna dengan grafis futuristik. Dan aplikasi digital printing bermotif carbon di beberapa bagian seperti, fairing bagian dalam dan cover aki di bawah tanki.

Nah, modif bolt on banyak ditemui disektor kaki-kaki. Mulai dari disk brake lebar, kaliper Brembo dan slang rem racing produk Goodridge. Pelek masih standar, tapi ban sudah pakai tipe slick. Tujuannya tentunya agar makin kental aura racing-nya.

Part bolt on lainnya adalah frame slider dan engine cover. Kedua piranti ini dipercaya bisa melindungi fairing dan bak mesin saat terjatuh. Swing arm juga sudah diganti dengan produk dari Asia Product.

Uniknya, Kittisak Racing juga membekali CBR250R ini dengan gear meter keluaran KOSO. Memantau posisi gigi jadi lebih mudah kan! Sayangnya tidak ada data mengenai ubahan mesin, Yang pasti knalpot sudah diganti part dari Yoshimura.

Gimana?? Bisa jadi inspirasi modif kan… semoga bermanfaat.. 😀

Sumber :: motorplus-online.com

NINJA 250 R VS CBR 250


Yeah…kali ini kita bandingkan diatas kertas spesifikasi NINJA 250 R versus CBR 250 !!! yang buat konsumen bingung mau pilih yang mana?? 😀

Buat nambah pengetahuan gimana sih sebenarnya perbandingan spesifikasi neh motor… mari kita runut..

Data Spesifikasi

NINJA 250 R

CBR 250 R

Mesin

Tipe

4-tak DOHC, 8 valve

4-tak DOHC, 4 valve

Sistem pendingin

Cair (radiator)

Cair (radiator)

Jumlah silinder

2 silinder

1 silinder

Kapasitas murni

249 cc

249 cc

Rasio kompresi

11,6 : 1

10,7 : 1

Max power

31,38 dk / 11.000 rpm

26,4 dk / 8.500 rpm

Max torque

22 Nm / 9.500 rpm

22,9 Nm / 7.000 rpm

Sistem pelumasan

wet sump

wet sump

Fuel Grade

Unleaded

Unleaded

Sistem Kopling

Basah

Basah

Transmisi

6 – speed

6 – speed

Pengoperasian

1 – N – 2 – 3 – 4 – 5 – 6

1 – N – 2 – 3 – 4 – 5 – 6

Sistem pengapian

TCI

Full-transistor battery ignition

sistem start

Elektrik

Elektrik

Sistem bahan bakar

Karburator, Keihin CVK30 x 2

fuel injection system (PGM-FI)

Sasis

Tipe

Tubular Diamond

Tubular, Diamond

Rear swing arm

Unitrack

Pro-link suspension system

Suspensi belakang

Teleskopik

Teleskopik

Sokbreker belakang

Monosok

Monosok

Tinggi jok

775 mm

780 mm

Wheelbase

1.400 mm

1.370 mm

pelek depan

2,75 x 17

2,75 x 17

Pelek belakang

3,50 x 17

3,50 x 17

Ban depan

100/70-17 tubeless

110/70-17 tubeless

Ban belakang

130/70-17 tubeless

140/70-17 tubeless

Berat kosong

152 kg

161 kg

Spidometer

OEM Japan Analog

Full Digital

 

Bagaimana kisanak?? sudah nambah pengetahuan tentang ni motor?? sudah tau mana yang akan dipilih?? Silahkan diskusikan.. 😀 Semoga bermanfaat… 🙂

STONER ANTISIPASI “ALIEN” MUSIM 2011


KOMPAS.com – Empat pebalap sangat difavoritkan untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2011. Duet Repsol Honda, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, juara bertahan Jorge Lorenzo (Yamaha) serta pebalap Ducati Valentino Rossi digadang-gadang bakal terlibat dalam duel tersebut.

Namun Stoner tak mau terpaku pada kekuatan “big four”. Pebalap Australia ini mengatakan, pihaknya harus tetap mewaspadai dan mengantisipasi munculnya beberapa “alien” pada musim baru nanti.

Memang, Stoner sangat impresif dalam debutnya dengan Honda selama tes pra-musim di Sepang, Malaysia, bulan Februari lalu. Karena itu, juara dunia 2007 tersebut termasuk kandidat terkuat untuk mempersembahkan gelar pertama bagi Honda, yang paceklik gelar selama empat tahun terakhir.

Menurut pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, ada empat nama yang patut dikedepankan untuk menjadi jawara pada musim terakhir era mesin 800cc ini. Tetapi Stoner menilai, ada beberapa rival yang patut diwaspadai, yaitu Marco Simoncelli (Gresini Honda), rekan setimnya Andrea Dovizioso, serta pebalap Yamaha Ben Spies, yang tampil cukup konsisten.

“Saya berharap ada beberapa kejutan, meskipun saya melakukannya pada tahun yang sama dan ada empat pebalap yang sama pula menjadi kandidat untuk meraih sejumlah kemenangan serta naik podium,” ujar Stoner. “Saya pastikan, Dani dan Jorge akan berada di depan, tetapi Andrea juga dengan cepat berubah, begitu pun Simoncelli dan Ben Spies. Saya yakin, akan ada beberapa pebalap yang bikin kejutan sehingga perlu usaha keras untuk menjadi terdepan.”

Mantan pebalap Ducati ini pun berbicara tentang Rossi, yang masih tampil jelek selama tes pra-musim dalam debutnya bersama Desmosedici GP11. Menurutnya, “The Doctor” pasti siap menghadapi seri perdana pada 20 Maret mendatang di Qatar, “Tetapi kami harus sedikit menunggu.”

Memang, sejak 2008, “big four” tersebut selalu mendominasi balapan MotoGP. Hanya Dovizioso yang mampu meruntuhkan kedigdayaan empat pebalap tersebut, ketika dia memenangi GP Inggris pada tahun 2009.

Sumber :: Kompas.com dan crashnet

%d blogger menyukai ini: