Monthly Archives: Januari, 2011

ALTERNATIF KAMPAS REM DEPAN KLX 150, MAU EKONOMIS APA MENGGIGIT??


Jakarta – Kondisi kepepet sering membuat otak berpikir lebih cerdas. Seperti Agustinus Purwanto, mekanik bengkel Nero Speed di Purwokerto, Jateng. Saat mendapati salah satu pelanggannya yang pakai KLX 150S, kampas rem depannya habis.

Kebetulan saat cari spare-part orisinal, stok sedang kosong. Mau enggak mau agar motor tetap bisa dipakai dan piringan enggak kemakan, ya cari alternatif. Tentu bukan dengan bersemedi, tapi mencari padanannya.

“Setelah memperhatikan bentuk dan ukuran, sepertinya sama dengan milik Suzuki Thunder 125,” ujar pebengkel yang ngepos di Jl. Jatisari No.21A, Sumampir, Purwokerto.

Benar juga, ternyata kampas milik KLX 150S yang part number-nya 43082-0100, bentuknya sama dengan milik Thunder 125 (gbr.1) yang punya kode barang 59300-05840. Beruntung, part milik Thunder mudah didapat.

Namun tetap ada perbedaan sih. Milik Thunder 125 bahan kampas sedikit lebih empuk dan bagian belakang kampas dilengkapi pelat. “Kepakeman dijamin, daya tahan juga tak jauh beda,” ujar mekanik berusia 30 tahun itu.

Oh iya, perbedaan lain ada di harga. Orisinal Kawasaki dijual Rp 100 ribu, sedang milik Thunder cukup Rp 66 ribu. Artinya lebih hemat Rp 34 ribu. Lumayan bisa untuk beli keperluan lain kan?


Eh ternyata alternatifnya tak hanya milik Thunder 125 lo. Bisa juga pakai milik saudara dekat, yaitu dari KLX 250. “Bahannya jauh lebih keras, daya cengkeraman pasti lebih bagus dibanding standar,” yakin Ari Dwiantoro dari bengkel Ngayun Speed di kawasan Kebon Jeruk, Jakbar.

Namun kalau pakai milik KLX 250, konsekuensinya kantong jadi tipis. “Mencapai Rp 285 ribu,” lanjut Ari. Waduh mahal ya! Kalau untuk harian, milik Thunder saja cukup lah.

Gimana pemasangannya? Berhubung bentuk sama persis, tentu tak ada beda. Mau tahu? Pertama kendurkan baut pengikat kampas pakai kunci L-5 (gbr.2), lalu buka baut pengikatkaliper dengan kunci sok atau ring 12 (gbr.3). Jika sudah terlepas, cabut baut pengikat kampas (gbr.4). Nah tinggal tarik kampas rem yang telah habis (gbr.5). Sebelum memasang kampas baru, bersihkan dinding piston kaliper pakai air dan sabun. “Jangan pakai bensin, agar sil kaliper tak melar,” lanjut Agus, sapaan Agustinus.

Setelah bersih biarkan sampai kering, baru tekan piston hingga masuk. “Jika susah, buka dulu tutup master remnya,” papar mekanik yang lagi getol riset pacuan drag bike itu. (mobil.otomotifnet.com)

Nero Speed : 08122666969

Ngayun Speed : 085695947868

APLIKASI BORE UP NINJA 250R, PERHATIKAN RASIO KOMPRESI!!


Jakarta – Kendati Kawasaki Ninja 250R sudah punya power yang tergolong besar, di atas dynamometer sekitar 26-27 dk, selalu ada yang merasa kurang puas. Untuk meningkatkannya, marak yang melakukan bore-up.

Mesin motor yang diproduksi di Thailand ini berspesifikasi 4 langkah DOHC 2 silinder. Tiap silinder diisi piston berdiameter 62 mm dengan langkah 41,2 mm. Volumenya jadi 124,32 cc. Dua silinder berarti jumlahnya 248,64 cc.

Nah bore-up menggunakan piston aftermarket bergaris tengah 64 mm, atau oversize 200. Artinya jika dihitung ulang menjadi 264,94 cc. Pemasangan cukup mengorter silinder standar.

Namun ternyata setelah bore-up belum tentu lebih ngacir. Seperti diungkap salah satu pengguna Ninja 250R yang tak mau disebut namanya. “Malah kalah kencang dari motor standar,” ungkapnya. Lho kok bisa, ya?

Ternyata setelah dibongkar dan dianalisa, piston yang digunakan memang 64 mm, namun dome piston lebih rendah dari piston standar. Terlihat jika kedua piston dipasangkan dalam satu pen. “Kompresi tentu jadi lebih rendah,” terang Andi Agus, kepala mekanik Motor City Ciputat. Efeknya jelas lari motor malah kalah ngacir.

 

“Pasti itu pakai piston aftermarket untuk Suzuki Satria,” sambar Imam Gunawan, mekanik Sportisi Motorsport. Masih menurutnya, pakai piston ini lantaran murah, termasuk ring sepasang hanya sekitar Rp 1 juta. Bandingkan dengan aftermarket khusus Ninja 250R, seperti JE Piston atau Wiseco yang berada di angka sekitar Rp 4 juta.

Kelemahan piston Satria ya itu tadi, dome piston lebih rendah sehingga kompresi jadi low. Ledakan di ruang bakar pun kalah dasyat dari standar. Jika ingin tetap pakai piston ini mesti ditambal dengan las argon.

Dome lebih rendah dari standar, bikin rasio kompresi turun (kiri). Pilih yang didesain khusus Ninja 250R, sehingga kompresi sama atau lebih tinggi (kanan).
Andi menyarankan sebelum pasang pastikan ukur dulu jarak puncak piston ke lubang pen. “Jangan sampai lebih rendah.” Dan kalau mau lebih bengis, pakai yang punya dome lebih tinggi. Di pasaran ada yang menyediakan rasio kompresi jadi 12,5:1 dari standarnya yang 11,6:1. Contohnya produk JE Piston.

Oh iya, setelah aplikasi piston bore-up, biar awet dan ngacir mesti ada beberapa penyesuaian. “Tingkatkan kemampuan pendinginan dan setting ulang spuyer,” lanjut mekanik berkacamata ini.

Pendinginan ditingkatkan dengan menambah radiator. Bisa mencomot satu radiator milik Kawasaki KLX 250, lalu jalurnya dibuatkan pencabangan. “Sehingga suhu mesin tetap terjaga,” lanjutnya.

Sedang setting ulang spuyer pun jadi hal wajib, biar ruang bakar tak terlalu kering seiring meningkatnya volume. “Pakai filter open, spuyer kombinasi sekitar 45 dan 110, jika standar tak jauh dari 42 dan 108,” tutup mekanik ramah ini. (motorplus.otomotifnet.com)

KOMPARASI KNALPOT SUZUKI TITAN, AMPUH TINGKATKAN PERFORMA!!!


Jakarta – Bicara performa Suzuki Smash Titan, untuk jalan harian tergolong yahud. Dari putaran bawah hingga menengah torsi terasa begitu nendang. Untuk stop n go di jalanan padat oke banget deh. Bukti nyata terbaca saat diukur pakai dynamometer.

Torsi tertinggi sudah tercatat di kisaran 4 ribu rpm, tepatnya 10,11 Nm di 4.451 rpm. Grafiknya stabil hingga sekitar 6 ribu rpm, baru setelah itu turun pelan. Mantep kan? Nah di atas itu langsung nyambung power, yang peak-nya sebesar 8,9 dk tercapaidi 7.645 rpm. Mau bikin lebih yahud? Cara paling mudah comot knalpot aftermarket biar pembuangan lebih lancar. Dan kebetulan di pasaran sudah ada beberapa produsen yang menjajakan, untuk motor berkapasitasmurni 113 cc ini.

Di antaranya kini ada AHRS F4 Hexacone,Stanlee dan SKR. Masing-masing produk tentu menjanjikan kenaikan performa. Nah biar tahu seberapa besar pengaruhnya terhadap ‘besutan Sule’ ini, redaksi menguji langsung. Pengukuran pakai dynamometer Sport Devices V3.3, milik PT Global Motorindo (GM), yang berada di Jl. Letjen Suprapto No. 60 Galur, Jakpus. Biar adil tiap merek mendapat perlakuan sama. Yaitu digeber 5 kali dan diambil hasil terbaik.

Motor yang digunakan kondisinya standar. Jarak tempuh sekitar 700 km, bahan bakar Premium. Bagaimana hasilnya?Seberapa besar kenaikan dan gimana karakter masing-masing knalpot? Simak terus!

SKR

Rancangan Misjaya yang punya gerai di Jl. Raden Patah No. 90, Pasar Lembang, Ciledug, Tangerang. Leher tersusun dalam 3 tingkat diameter pipa dari besi yang dilapispernis. Lekukan setelah cylinder head tergolong paling landai.


Silencer-nya pakai pipa aluminium dengan end muffler berbentuk kerucut mirip terompet. Kendati terisi glasswool, suara masih tergolong paling nyaring. Untuk menebusnya cukup dengan uang Rp 150 ribu.

Setelah terpasang, SKR mampu mengoreksitenaga jadi 9 dk di 7.677 rpm. Atau naik 0,1 dk. Sayang torsi malah turun jadi 10,01 Nm/4.314 rpm. Karakternya terlihat jelas baik torsi maupun tenaga baru bagus di atas 6.500 rpm. Di bawah itu malah di bawah standar. Artinya untuk harian masih lebih bagus standar. SKR cocoknya untuk yang mementingkan putaran menengah ke atas. Misal jalan keluar kota yang jarang turun gas.

AHRS F4 Hexacone

Andalan Asep Hendro, juragan AHRS yang punya workshop di Jl. Tole Iskandar No. 162, Depok, Jabar. Leher tersusun 2 tingkat yang dikrom. Sementara silencer berbentuk oval dengan end muffler belah ketupat, dicat kombinasi hitam dan warna ala titanium.


Silencer dan leher dapat dipasang atau lepas secara mudah, lantaran tersambung secara slip-on yang diperkuat 2 per. Suara yang diredam glasswool cukup nyaman di telinga. Bila tertarik siapkan dana Rp 350 ribu.

Jika sudah dipasang, tenaga meningkat jadi 9,2 dk di putaran 7.339 rpm, sementara torsi jadi 10,72 Nm/5.132 rpm. Terjadi kenaikan 0,3 dk dan 0,61 Nm. Karakter tenaga maupun torsi terlihat dari bawah sampai atas selalu di atas standar, artinya enak untuk semua kondisi jalan.

STANLEE

Kontestan terakhir hasil desain Andri, pemilik bengkel yang mangkal di Jl. Joglo Raya No. 230, Jakbar. Sesuai labelnya, bahan keseluruhan dari stainless steel. Makanya mengilap dan tahan karat. Leher tersusun dalam 3 tingkat. Silencer termasuk paling panjang dan besar berbentuk segiempat asimetris, bisa memuat glasswool banyak. Suara tergolong paling lembut. Cocok bagi yang masih sering keluar-masuk gang kecil. Harganya dipatok Rp 400 ribu.


Setelah terpasang pada motor dan diukur ulang, hasilnya menunjukkan tenaga 9,3 dk/7.643 rpm, sedang torsi 11,03 Nm/4.332 rpm. Ada peningkatan sebesar 0,4 dk dan 0,92 Nm. Karakternya unik, mengentakdi putaran bawah, sedikit menurun di tengah, lalu naik lagi 7.500 rpm.

Kesimpulan

Penggunaan knalpot aftermarket bisa meningkatkan performa Smash Titan. Menjadikan tunggangan ‘Sule Prikitiuw’ ini makin gampang ngacir. Masing-masing punya karakter berbeda yang bisa disesuaikan kebutuhan. Jika ingin performa lebih maksimal, Arry Prestiawan, mekanik GM punya saran. “Naikin saja pilot jet satu step, pasti lebih enak lagi,” papar mekanik yang di dunia balap tenar dengan nama Kuro ini.

Prikitiuw…. (motorplus.otomotifnet.com)

Data performa
Merek Tenaga Torsi
Standar 8,9 dk/7.645 rpm 10,11 Nm/4.451 rpm
SKR 9 dk/7.677 rpm 10,01 Nm/4.314 rpm
AHRS F4 9,2 dk/7.339 rpm 10,72 Nm/5.132 rpm
Stanlee 9,3 dk/7.643 rpm 11,03 Nm/4.332 rpm

TVS Lengkapi Apache RTR 180 Dengan Rem ABS!


 

India – Pabrikan motor India, TVS kabarnya sudah menguji coba dan telah siap untuk memasarkan perangkat pengereman dengan teknologi ABS (Antilock Braking System).

Kabarnya, yang pertama kali akan menggunakan teknologi ini adalah TVS Apache RTR 180. Dan, kalau memang benar-benar akan menjual masal versi ABS, Apache layak disandingkan dengan Honda CBR250R sebagai motor berkapasitas mesin kecil pertama yang sudah dilengkapi dengan ABS.

Sama seperti perangkat ABS lainnya, ABS dari TVS ini juga menawarkan beberapa keunggulan. Yang pasti dengan ABS kemungkinan roda mengunci karena pengereman yang terlalu keras bisa dihindari.

Efek stoppie (roda belakang terangkat saat pengereman) karena pengereman depan yang terlalu kuat juga bisa dihilangkan. Jarak pengereman pun bisa dipangkas.Pengereman di jalanan basah dan medan offroad ringan juga diyakini akan lebih baik.

Menariknya, ABS yang diusung TVS ini memiliki switch on-off. Mau diaktifkan atau tidak suka-suka pengendaranya. Misalnya, pada kondisi khusus seperti hendak beraksi freestyle, fitur ini bisa dinonaktifkan.

ABS yang terintegrasi dengan ECU ini hanya membutuhkan arus 12 Volt. TVS juga sudah melengkapi ABS-nya dengan K-line Communication, sebuah perangkat yang menjaga agar tidak ada kesalahan antara ECU dan sistem pengereman.

Semoga saja TVS Apache di Indonesia segera dilengkapi fitur ini! (motorplus.otomotifnet.com)

FITUR DAN TEKNOLOGI SHOGUN AXELO


 

Ya, setelah sekian tahun lamanya, akhirnya shogun kembali merubah tampilannya, menjadi lebih sporty.. katanya si terinspirasi dari moge GSX… !!! tak hanya tampang yang berubah pada “jendral” ini, tapi ada tambahan fitur dan teknologi baru.. !!! mari dirunut satu-satu.. 🙂

CDI Mitsubishi, Axelo memiliki otak pengapian yang beda dengan produk sebelumnya. Pada Axelo menggunakan CDI buatan Mitsubishi berkode MGT208. Alasan penggunaan CDI ini karena bisa berkitir sampai 9800 rpm, lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya mampu berkitir 9000 rpm.

Automatic Headlight On (AHO), Lampu depan Axelo akan langsung menyala saat mesin dihidupkan, jadi jangan coba-coba nyari saklar lampu, karena tak akan menemukannya. 😀

Fuel Tank Inlet (FTI), Pada tutup tangki bahan bakar dilengkapi dengan wadah penampung tumpahan bahan bakar yang kerap terjadi saat pengisian bahan bakar terlalu penuh. Dengan begitu FTI bisa membuang tumpahan ke tanah atau aspal.

Ornamen Karbon di Bodi, Pada bagian cover centerbone, cover penutup aki, dan bodi lubang kunci kontak diberi lapisan mirip karbon. Sekilas seperti stiker, tapi tidak bisa dilepas karena bodi asli.

Konsumsi BBM 1:46, Suzuki mengaku konsumsi BBM Axelo ini dapat menempuh jarak 46 km dengan 1 liter bahan bakar.

Filter Bensin, Suzuki menambahkan filter bensin tambahan di samping kanan bagasi bawah. Selain itu ada juga filter bensin tambahan di tangki bahan bakar ini. Tujuannya untuk mendapatkan bahan bakar yang bersih dari kotoran saat masuk ke karburator.

Standar Lebih Ramping, Standar tengah Axelo yang ramping ini bertujuan untuk mempermudah parkir di tempat yang sempit.

Kunci Kontak Berpelindung, bahasa kerennya Secure Key Shutter…Kunci Axelo memberikan rasa man lebih kepada pemiliknya. Lubang kunci kontak Axelo dilengkapi dengan pelindung. Untuk membukanya dibutugkan anak kunci bermaghnet.

Rangka Desain Baru, Rangka Axelo ini esainnya baru. Paling tampak pada baut pemegang mesin. Agar handling motor lebih mudah.

Pulsed Secondary Air Injection (PAIR), Teknologi ramah lingkungan yang sudah wajib ada di setiap motor anyar, seperti Axelo ini. PAIR adalah perangkat yang meminimkan emisi gas buang, memberikann udara bersih ke knalpot  untuk mengurangi hidrokarbon dan karbon monoksida yang ada dalam gas sisa pembakaran.

Bagasi 7 Liter, Axelo dilengkapi juga dengan bagasi luas di bawah jok, kapasitasnya 7 liter.

Inspirasi GSX, Tampang depan Axelo beda dengan motor Suzuki sebelumnya. Terutama bagian depan, dengan adanya lubang pada samping dalam lampu sein.

Sumber : OtoPlus dan Otomotifnet.com

HARGA SATRIA FU DEKATI HARGA PSIKOLOGIS !!!!


Ya, begitulah realitanya….. harga Suzuki Satria F hampir mendekati 20 juta !!! dimana ini adalah harga psikologis tertinggi untuk varian motor bebek !! wah harganya naik secara signifikan…!!! padahal waktu di awal masuk harganya 17 jutaan dan itu CBU lho !!! sekarang hampir tembus 20 juta dan CKD malah… !!!!

Cukup membuat geleng-geleng kepala…. Tetapi dengan harga segitu kita sudah mendapatkan tampang keren dan performa yang mantpz….!!!! Untuk performa tidak ada komplen dari pengguna dan yang terpenting dapat mengangkan gengsi sang riders.. 😀

Neh rincian daftar harga serta tenor kredit Satria Fu di kota saya Pekanbaru, Riau :

Harga : Rp. 19.425.000

Uang Muka

Tenor

12 18

24

30

36

3.500.000 2.200.000 1.450.000 1.134.000 964.000 851.000
4.000.000 2.136.000 1.408.000 1.101.000 936.000 827.000
4.500.000 2.071.000 1.366.000 1.069.000 909.000 803.000
5.000.000 2.007.000 1.324.000 1.036.000 881.000 779.000
5.500.000 1.942.000 1.282.000 1.003.000 853.000 755.000
6.000.000 1.878.000 1.240.000 970.000 826.000 731.000
6.500.000 1.813.000 1.197.000 938.000 798.000 707.000
7.000.000 1.749.000 1.155.000 905.000 771.000 683.000

Nb. Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Eh ya, bahkan dari SPG yang saya tanyai, bagi PNS yang mau kredit, bisa tanpa DP dan bisa bawa pulang si Satria lho… 🙂 pembayaran kreditnya langsung di potong gaji….. mantap neh….. !!!

Semoga bermanfaat… 🙂

%d blogger menyukai ini: